Mencoba Merangkum Hidup (1/3)

Brisbane, July 10, 2015

Kalau boleh bercerita, sebenarnya ada banyak masa kehidupan yang rasanya ingin sekali dijalani cuma dengan mengikuti kata orang lain, mengikuti cara kebanyakan orang. Tapi entah sejak kapan dan kenapa ya dari masih kecil udah sering beda dan berani coba yang lain. Main ke sungai, tangkap ikan di tambak orang, manjat pohon, hobi baca komik garis keras, main berbagai jenis games dari games lapangan semacam patok lele sampe main WE di rental PS dekat tempat ngaji. Itu semua udah dilakukan dalam masa SD tahun 1996-2002. Padahal asli di Aceh, dan besar dengan style keluarga yang cukup konservatif dan tradisional ala Aceh (alhamdulillah), cemerlang di sekolah dan pengajian, bahkan jadi ketua kelas beberapa kali, jadi siswa teladan sampe masuk TV lokal. Tapi tetap aja, bandel.

Kemudian masuk level SMP di sekolah agama, MTsN tahun 2002-2005, yang gak banyak dipilih oleh kawan-kawan se-SD. Sekolahnya lumayan jauh dari rumah, jadi sering telat masuk dan sering disetrap gak boleh masuk kelas dulu untuk kerjain hukuman. PR disini gila! Hampir semua pelajaran ada periksa catatan, periksa hapalan ayat dan hadits, dan tugas-tugas esai, sama ujian yang susah. Asli. Tapi tetap bisa aja ranking terus di kelas dan aktif organisasi, sambil tetap rajin baca komik dan main. Selama disini ada dua momentum besar, Adek dan Tsunami. Punya adik diumur 12 tahun itu rasanya keren. Membawa warna baru banget di rumah. Sayangnya gak sempat banyak ikut mendidik dia juga karena kemudian SMA di asrama dan kuliah ke Jawa.

Tsunami, luar biasa lah pelajaran besar banget. Sungguh gak ada daya apa-apa manusia ini. Sempat merasakan langsung betapa tertekannya dalam kejaran air bah, lari kesana kemari, cari keluarga dan sanak saudara, zikir terus menerus minta ampun, kemudian harus mengungsi dengan kehidupan sangat sederhana tanpa kendaraan, furnitur, elektronik apapun selama beberapa bulan, kawan-kawan banyak yang meninggal atau hilang, sekolah libur total, banyak perenungan hidup baru waktu itu yang sekarang setelah 10 tahun kayaknya udah cenderung dilupain.

Sampai sini, life feels effortless.

Bersambung…

IMG_20150609_110933

NB: Ternyata ngeblognya masih wacana dan baru posting lagi hampir setahun kemudian hahah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s